Selasa, 02 April 2013

Siapa Yang Puas?


Di era yang semakin maju dan berkembang saat ini manusia dihadapkan dengan berbagai pilihan. Bahkan terkadang hal tersebut pun dapat sampai menguras pikiran dan tenaga. Mengapa demikian?? Beberapa orang beranggapan bahwa pilihan kita menentukan masa depan hidup kita, bisa juga kita katakan pilihan itu menentukan siapa diri kita, dan barangkali masih ada alasan-alasan lainnya.
Memang setiap kita diberi hak untuk menentukan pilihannya masing-masing, bahkan sekalipun pilihan tersebut (sadar atau tidak) pada kenyataannya salah. Ironis memang, namun itulah konsekuensi dari sebuah hidup. Satu hal yang penting untuk disadari adalah setiap hak kita dalam menentukan pilihan disertai juga dengan adanya suatu kewajiban mutlak, yaitu tanggung jawab. Maksud tanggung jawab dalam konteks ini yaitu bersedia menerima konsekuensi dari pilihan yang telah kita tentukan, sebab setiap pilihan yang kita tentukan pasti akan menghasilkan konsekuensi (akibat). Selanjutnya konsekuensi akan menghasilkan suatu gejala dalam bentuk perasaan puas atau tidak puas. Kecenderungannya, bila pilihan kita menghasilkan konsekuensi yang baik maka gejala yang muncul adalah kepuasan dan sebaliknya.
Yang menjadi poinnya dan sekaligus refleksi bagi kita adalah kepuasan siapa yang menjadi acuan kita dalam setiap pilihan yang kita tentukan, apakah diri sendiri, keluarga, atau orang lain. Biarlah setiap pilihan hidup yang kita tentukan selain mempertimbangkan baik-buruk atau benar-salahnya, kita juga memikirkan dengan serius, siapa sebenarnya yang sedang kita puaskan, diri sendiri, keluarga, orang lain atau Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar