Di era yang semakin maju dan berkembang saat ini manusia
dihadapkan dengan berbagai pilihan. Bahkan terkadang hal tersebut pun dapat
sampai menguras pikiran dan tenaga. Mengapa demikian?? Beberapa orang
beranggapan bahwa pilihan kita menentukan masa depan hidup kita, bisa juga kita
katakan pilihan itu menentukan siapa diri kita, dan barangkali masih ada
alasan-alasan lainnya.
Memang setiap kita diberi hak untuk menentukan pilihannya
masing-masing, bahkan sekalipun pilihan tersebut (sadar atau tidak) pada
kenyataannya salah. Ironis memang, namun itulah konsekuensi dari sebuah hidup.
Satu hal yang penting untuk disadari adalah setiap hak kita dalam menentukan
pilihan disertai juga dengan adanya suatu kewajiban mutlak, yaitu tanggung jawab.
Maksud tanggung jawab dalam konteks ini yaitu bersedia menerima konsekuensi
dari pilihan yang telah kita tentukan, sebab setiap pilihan yang kita tentukan
pasti akan menghasilkan konsekuensi (akibat). Selanjutnya konsekuensi akan
menghasilkan suatu gejala dalam bentuk perasaan puas atau tidak puas.
Kecenderungannya, bila pilihan kita menghasilkan konsekuensi yang baik maka
gejala yang muncul adalah kepuasan dan sebaliknya.
Yang menjadi poinnya dan sekaligus refleksi bagi kita adalah
kepuasan siapa yang menjadi acuan kita dalam setiap pilihan yang kita tentukan,
apakah diri sendiri, keluarga, atau orang lain. Biarlah setiap pilihan hidup
yang kita tentukan selain mempertimbangkan baik-buruk atau benar-salahnya, kita
juga memikirkan dengan serius, siapa sebenarnya yang sedang kita puaskan, diri
sendiri, keluarga, orang lain atau Tuhan.